lika-liku-kehidupan

judul postingan kali ini agak berat ya? ya, memang itulah tujuannya. untuk saat ini, gw pengen ngepost sesuatu yang “berbeda” dari yang biasanya. dari rendy yang goblok, bego, sampe yang baca pada mual terus muntah-muntah, kali ini, ijinkan saya posting sesuatu yang agak membawa topik mengenai “sesuatu” (buat yang baca, kalo mau muntah silahkan ko, gapapa)

mungkin saya akan lebih menganalogikannya daripada harus blak-blak kan menceritakannya. saya agak kurang suka dengan sesuatu yang blak-blak kan. biarkanlah pembaca sendiri yang menilai, mengenai “apa” tulisan saya kali ini.

sudah beberapa bulan ini saya dihadapkan pada suatu dilematik yang begitu besar. saya dihadapkan pada dua sisi yang begitu berbeda. dua sisi yang begitu bertolak belakang. dua sisi yang takkan pernah bertemu. dan saya terjebak di antara dua sisi itu.

di dalam hidup, terkadang kita dihadapkan dengan pilihan. ya, hidup itu adalah pilihan. dan kita selalu mempunyai pilihan. bagaimana masa depan jika kita memilih A ? bagaimana masa depan jika kita memilih B? itu semua hanya Tuhan yang mengetahui. kita hanya menjalankan. namun di hati terpikir, manusia tetap harus memilih. dan harus memilih salah satu diantara pilihan-pilihan itu. dan manusia yang harus memilih itu adalah anda, kita, semua orang, dan saya.

yang jadi masalah, saya benar-benar bingung mana jalan yang harus saya pilih. jika di analogikan di dalam diri saya ada 3 insan, rendyA, rendyB dan rendy yang asli yaitu saya. dialognya akan seperti ini :

rendyA : “JANGAN AMBIL BUNGA ITU! kalau kau ambil bunga itu, kau hanya akan merusak keindahannya, kau hanya akan menjauhkannya dari habitat aslinya, kau hanya akan merusak ekosistem di kebun ini!! hentikan perbuatanmu sekarang!”

rendyB : “tidak apa ren, ambillah bunga itu, kau berjanji akan merawatnya kan? kau berjanji tidak akan merusak keindahannya bukan? aku yakin kau bisa melakukannya, aku yakin kau akan merawatnya hingga menjadi bunga yang lebih indah dari saat ini. ambillah bunga itu.”

rendy : “…..”

rendyA : “JANGAN! kau hanya akan memperburuk keadaan ren! hentikan perbuatanmu sekarang, pergi dari kebun ini cepat!”

rendyB : “HEH! JANGAN IKUT CAMPUR URUSAN ORANG! KAU JUSTRU YANG AKAN MEMPERBURUK KEADAAN rendyA !!!!”

lalu rendyA dan rendyB bertengkar hebat, saling bunuh, seakan mereka tidak punya hati nurani. saling mempertahankan pendapatnya masing-masing.

dan saya?

hanya bisa diam, tidak tahu apa yang harus dilakukan, tidak tahu siapa yang saya harus bela, dan tidak tahu siapa yang harus saya abaikan. tidak tahu akan berjalan kedepan atau kebelakang, kesamping kanan atau kesamping kiri. tidak tahu apa saya harus berlari, atau harus berjalan. tidak tahu arah, benar-benar buta.

jadilah saya seperti sekarang, Rendy yang benar-benar berbeda. yang bahkan saya tidak mengenal Rendy yang sekarang. kemana Rendy yang dulu begitu ceria? Rendy yang dulu begitu bersemangat? Rendy yang dulu selalu optimis? Rendy yang dulu selalu menatap pagi dengan senyum di bibirnya?

“saya tidak tahu…”

hanya itu yang terucap.

dan pada akhirnya yang saya lakukan adalah memendam semuanya ini sendirian. merasakan ini semua sendirian…

terlalu banyak memori disini. terlalu banyak kenangan disini. terlalu banyak rasa disini. terlalu banyak air mata disini. terlalu banyak rindu disini….

“hei, apa kau tahu?”

“senyumanmu adalah hal yang paling menarik dari mu”

sabtu 6 Maret 2010

N.B : maaf ya jadi kayak gini isi postingannya. maklum lagi mellow. kalo gasuka, gausah dibaca aja tidak apa apa, gw cuman pengen mengungkapkan sesuatu yang ingin diungkapkan saja. maaf ya…

^^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s