Pernikahan yang diadakan pada hari Minggu tanggal 16 november 2011 itu merupakan acara pernikahan yang mewah. puteri bungsu Sultan Hamengkubuwono ke-10 Gusti Ajeng Nurastuti Wijareni di persunting oleh pria asal Lampug Ahmad Ubaidilah. pernikahan ini dilaksanakan sebagai upaya untuk memelihara tradisi budaya JAwa yang tidak bisa begitu saja diubah. Di antara upacara yang baku adalah ijab khobul yang dilaksanakan di Masjid Panepen yang ada didalam Kraton. Dilanjutkan dengan acara “panggih” atau perjamuan di Bangsal Kencono Selasa pagi, akan dihadiri 1.500 tamu undangan VVIP termasuk presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono. Sore harinya dilakukan kirab pengantin menggunakan kereta kencana Kyai Jong Wiyat dari Kraton menuju bangsal Kepatihan di Jalan Malioboro untuk resepsi bagi para tamu undangan non VVIP. Resepsi di Kepatihan, menurut Prabukusumo adalah meneruskan tradisi yang dilakukan oleh Sultan Hamengkubuwono ke-7. Untuk persiapan pernikahan agung, kedua calon pengantin sudah melakukan berbagai ritual dan upacara adat. Calon pengantin putri, GKR Bendoro, misalnya menjalani perawatan tubuh. Calon pengantin pria yang berasal dari luar Kraton mengaku tidak mudah, ada beban psikologis tetapi merasa siap menjalankan tradisi Kraton. Lebih dari 200 wartawan berbagai media dalam dan luar negeri yang meliput acara pernikahan agung diwajibkan mengenakan busana adat dan tidak boleh mengenakan alas kaki.

sumber : http://www.voanews.com/indonesian/news/Kraton-Yogyakarta-Adakan-Perkawinan-Agung-Puteri-Bungsu-Sultan-HB-X–131962268.html

About these ads